Kamu Otaku atau Wibu? Yuk Ketahui Perbedaannya!

Perbedaan Otaku dan Wibu

Hey, hey, hey! Selamat datang kembali di kategori Kicauan, ruangnya penulis bersuara (Padahal gak ada suara, cuman teks doang). Pada kesempatan sekarang saya ingin mengangkat pembahasan mengenai perbedaan Otaku dan Wibu yang entah mengapa sampai sekarang masih sering diperbincangkan.

Karena keseringan nonton anime atau datang ke acara Jejepangan kamu pasti pernah mengalami disebut oleh teman sebagai Wibu atau Otaku, atau jangan-jangan kamu dengan bangganya mengakui tanpa mengetahui definisi dasar dari dua istilah tersebut.

Lantas Otaku itu apa, Wibu itu apa? mari kita simak!.

Apa itu Otaku?

Istilah satu ini paling banyak dan sering mengarah pada mereka yang menonton anime, orang lain dengan mudahnya menunjuk Anda dengan memberikan ekspresi jijik sambil berkata "idih otaku!". Atau tak sedikit justru malah mengakui dirinya adalah Otaku, saya merasa aneh kenapa seseorang bisa begitu bangga dengan julukan tersebut, padahal di Jepang Otaku termasuk budaya negatif dan mereka yang menyandang julukan ini dianggap sebagai sampah masyarakat.

Jadi, Otaku adalah istilah dari Jepang dan merujuk pada mereka yang tinggal di Jepang, ditujukkan kepada orang yang sangat menekuni hobi, saking tekunnya kehidupan sosial perlahan terjauhi dan hanya mementingkan diri sendiri demi hobi tersebut. Sebab itulah masyarakat Jepang menganggap Otaku adalah sampah, wajar-wajar saja saat pecinta anime dan manga disebut demikian karena cenderung tertutup dan asik sendiri.

Apa sepenuhnya dianggap sampah?
Tidak! Hobi manusia beragam, mungkin bila hobinya seperti olahraga, bersih-bersih, atau kerja, keadaannya akan terbalik dan anggapan Otaku adalah sampah akan berubah pada orang yang memiliki hobi seperti itu.

Ada pesan dari saya, jika hobi Anda tidak mengganggu orang lain dan itu berdampak positif dalam berbagai segi terutama bagi diri sendiri, so jalani saja dengan penuh kesadaran. Jangan terpengaruh oleh sudut pandang pihak ketiga sebab setiap individu mempunyai alasan pribadi pada jalan yang dipilihnya.

Jenis Otaku yang paling sering kita jumpai adalah Otaku animanga dan Otaku Games. Sekarang, apa kamu akan tetap mengaku sebagai Otaku?

Ngomongin Otaku ada hubungannya soal anime, kamu pasti tahu tentang Fansub. Saya yakin 90% dari teman-teman adalah pelanggan mereka termasuk saya, tapi tahu gak kalau jadi Fansuber itu tidaklah mudah dan janganlah mengeluh saat para Fansub memasang ads di situs webnya, selengkapnya silahkan baca Mengenal Fansub, Sosok Robin Hood bagi Penikmat Film.

Wibu itu apa?

Ada sebagian beranggapan bahwa Otaku dan Wibu itu sebelas duabelas, faktanya secara definisi kedua istilah terjebut merujuk pada orang yang berbeda. Untuk definisi Wibu akan saya contohkan misalnya, Anda adalah WNI asli dan berdomisili di Indonesia akan tetapi Anda terobsesi pada Jepang, sampai-sampai menerapkan budayanya dalam kehidupan sehari-hari, nah itulah Wibu.

Sederhananya, Wibu adalah julukan kepada orang yang bukan warga negara dan tidak tinggal di Jepang, ia tergila-gila terhadap negara Jepang sehingga bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang. Contoh lainnya mengucapkan "Itadakimasu~" sebelum makan, salam sambil membungkuk, atau parahnya saat adik Anda memanggil menggunakan kata "Onii-chan~" *duh garetek ngadanguna abimah.

Nah, itulah definisi dari Otaku dan Wibu.

Eh - eh, tunggu.

Otaku kan termasuk dalam budaya negatif Jepang berarti bisa disebut Wibu juga dong? Hayoloh bingung!.

Kesimpulan

Menurut saya perbedaan Otaku dan Wibu terletak pada skala objek, saya berpendapat bila mana orang tersebut hanyalah menekuni fashion dalam animanga maka ia adalah Otaku, sebab seiring waktu berjalan orang luar Jepang mulai menggunakan istilah Otaku untuk menyebut penggemar fanatik animanga. Kalau lebih dari itu berarti kamu adalah Wibu.

Referensi: Wikipedia